SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM, JA’ALANALLAAHU MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN, AMIN…

Istirahat Sejenak

minta saran nih buat sedulur2 semua, enaknya blog ini diisi apa y?

terima kasih,

CROP 2010 BEGIN

Tidak terasa 1 musim tembakau sudah kita lalui, cerita suka maupun duka mewarnai musim tembakau tahun 2009 kemarin. Apapun itu, baik keberhasilan maupun ke belumberhasilan selalu memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga kepada kita semua.

Ok, kita lupakan tahun 2009 dengan tetap menyimpan semua pelajaran dan pengalaman di tahun kemarin. Awal tahun 2010 sudah dijalani, itu artinya musim tanam tembakau (voor oogst) sudah menanti. Sebuah kerja keras yang panjang akan segera dimulai kembali. Aktivitas itu akan dimulai dengan pembuatan bedengan, pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, panen, dan tentunya paska panen. Akan banyak cucuran keringat yang kita keluarkan, akan banyak tenaga yang akan kita kuras untuk mencapai keberhasilan di musim tembakau 2010 ini.

Selamat datang musim tanam tembakau 2010, semoga keberhasilan dapat diraih…

REVOLUSI HIJAU : PESSIN Vs PESNAB

Hama dan penyakit ibarat pisau bermata dua bagi tanaman budidaya. Ketiganya seperti lingkaran setan yang saling mengait, memanggil satu sama lainya, dimana terdapat tanaman budidaya disana pasti ‘nongol’ hama, buntutnya penyakit akan timbul (beberapa hama merupakan vektor penyakit) hingga menurunkan hasil produksi, baik kuantitas maupun kualitas.

Selama ini (seumuran penulis, 29 tahun) petani lebih banyak bergantung terhadap pestisida sintetis / kimiawi untuk membasmi hama dan penyakit, padahal pemakaian sesuatu yang ‘berbau’ kimiawi secara berlebih tidak saja akan menjadikan biaya produksi membengkak tapi juga membahayakan ekosistem, konsumen, terlebih kesehatan petani, karena umumnya petani di negeri ini tak menggunakan peralatan pelindung yang layak.

“Lek gak okeh ga cespleng, mas !”. itu adalah ungkapan kebanyakan petani kita, kalo gak banyak ga akan manjur !. Tak heran bila kita bermain-main ke sawah acapkali terlihat botol, kaleng atau plastik sisa pestisida dimana-mana. Anehnya di tiap botol atau kaleng itu tidak mencantumkan dosis yang dapat dengan mudah ‘dicerna’ petani, yang tertulis hanya dosis dalam takaran ‘sekian gram’ atau ‘sekian mili liter’. Tak pernah tertulis ‘2 tutup botol untuk 1 tangki sprayer 14 liter’ atau ‘satu sendok makan untuk 1000 tanaman kubis’. Ingat, petani kita tak mengerti ‘pyrex’ ataupun gelas ukur.
Lanjutkan membaca ‘REVOLUSI HIJAU : PESSIN Vs PESNAB’

BENTUK TEMBAKAU DENGAN TOPPING

Mendapatkan hasil dan kualitas dalam setiap usaha adalah idaman setiap orang karena dari hasil dan kualitas ini kita bisa mendapatkan sebuah keuntungan. Begitu juga dengan usaha menanam tembakau hasil dan kualitas adalah harga mati yang harus didapat untuk sebuah kesuksesan (keuntungan) besar.

Banyak sekali cara untuk mendapatkan hasil dan kualitas tembakau, dari jaman kita sekolah dulu kita mengenal istilah intesifikasi pertanian dan ektensifikasi pertanian. Di era sekarang dimana luasan lahan yang sangat terbatas membuat kita harus mau tidak mau mengoptimalkan lahan ada supaya mendapatkan hasil dan kualitas yang maksimal. Cara setiap orang memang berbeda-beda ini dan hasilnya pun juga bisa berbeda-beda pula, ini bisa dilihat ketika seseorang menanam tembakau dengan luasan yang sama biasanya hasil yang diperolah akan kemungkinan besar berbeda. Disinilah letak keuntungan yang bisa diperoleh.

Salah satu cara untuk memperbakai hasil dan kualitas tanaman tembakau adalah dengan TOPPING. Topping adalah membuang pucuk tembakau. Analoginya ketika kita melakukan Topping ini adalah asupan makanan yang seharusnya dialirkan ke tunas dan bunga akan di alirkan ke daun karena pucuk tembakau sudah dipotong. Banyak orang yang sudah melakukan topping (bantok) tetapi biasanya dilakukan ketika bunga sudah mekar sehingga bisa dikatakan topping yang terlambat. Topping yang benar adalah ketika jumlah daun yang kita kehendaki dan melihat potensi tanaman sudah cukup kita bisa topping sisa daun yang ada biasanya pada umur 45 – 50 hari. Memang tidak mudah melakukan Topping pada keadaan tersebut beberapa petani menggunakan alat untuk mencungkil tunas bunga selain itu juga dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Berapa daun yang kita pelihara?pertanyaan ini sering muncul dari beberapa petani, jawabannya adalah mo dibentuk seperti apa tanaman tembakau tersebut. Kalau kita kita ingin kerja cepat bisa dipelihara dengan 10 daun kebawah maka kita akan membentuk sebuah tanaman tembakau yang besar, panjang, dan tebal. Tetapi karena tuntutan kesehatan banyak pabrikan yang tidak merekomendasikan cara ini. Pabrikan sekarang menginginkan daun tembakau yg meras tipis ini bisa dibuat dengan memelihara 14-16 daun tembakau. Kalau tembakau yang kita tanam ditujukan untuk tanaman eksport kita bisa pelihara diatas 16 daun dengan konsekwensi daun kecil dan pendek dan masa kerja yang panjang.

Setelah dilakukan Topping dilanjutkan dengan Suckering yaitu dengan memberikan obat penghambat pertumbuhan tunas.

Majulah terus tanaman tembakau Indonesia……

BURUNG BERKICAU SALAH SATU HOBI MULTI FUNGSI

Awal mendapatkan pekerjaan rasanya pengen semua aktifitas tak luput dari pekerjaan kita. Rela datang awal dan pulang akhir hanya semata untuk menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Rasanya tidak salah apabila kita benar-benar serius menekuni pekerjaan kita karena apa yang kita tanam akan kita petik nantinya. Tapi ketika kita setiap hari fokus pada satu topik rutinitas kerja lama-kelamaan  bisa membuat bosen juga yang dampak negatifnya adalah produktifitas kerja menurun, jangan sampai kondisi ini terjadi pada diri kita. Bener kata ahlinya kalo kepuasan kerja itu terjadi sekitar 6 bulan sampe 1 tahun masa kerja kita.

Salah satu alternatif mengurangi kejenuhan dalam kerja adalah dengan memiliki hobi, sapa tau aja dari hobi nantinya bisa mendatangkan rejeki sampingan. Dengar kata yang satu ini pastinya semua orang tidak akan melewatkanya. Ketika kita seneng pada suatu hobi pastinya kita ngga akan setengah-setengah apalagi hobi yang bisa mendatangkan rejeki pastinya kita akan lebih serius menekuni. Hobi sih macam-macam ada yang seneng koleksi barang antik, tanaman hias, ikan, pokoknya banyak bgt.

Salah satu hobi yang bisa ditekuni adalah memelihara burung berkicau, rasanya hobi ini memang sudah ngga asing lagi ditelinga kita. Pasar burung ada dimana-mana, Latber juga ngga sulit kita cari, penyuka hobi yang satu ini jg merata semua kalangan. Kiacaunya bisa menentramkan hati (pa malah bkin bising tetangga ya,,,?). Tapi jangan sampai dibuat kerepotan sama hobi yang satu ini.

Ngomong-ngomong masalah hobi yang satu ini ada hal yang ingin saya bagi. Awalnya aku seorang perantauan dimana ditempat tersebuat tidak ada teman apalagi saudara, sepiiii…isinya hanya kangen ma orang tua terus…he..he..selama kurang lebih 2 tahun aku mengalami kondisi semacam itu. Pikir punya pikir aku pengen punya kesibukan yang minimal bisa dilakukan dikala libur kerja. Akhirnya pilihan hobi itu jatuh ke pelihara hobi burung kicauan. Alasan awalnya sih beberapa teman punya hobi yang sama minimal bisa konsultasi maklum newbie diburung kicauan.

Yang namanya burung kiacauan sayang klo ngga diadu, akhirnya Latber lah solusinya…..dari cari-mencari akhirnya mendapatkan hari yang pas untuk ikut latber yaitu hari minggu. Tidak kulewatkan hari minggu dengan latihan bersama. Burung kiacauan ngoceh sedangkan pemiliknya ngobrol he..he…pas banget.  Dari sini hal positif yang bisa diambil adalah kita bisa mengenal orang dari berbagai kalangan sehingga obrolan tidak cuma burung tetapi juga masalah2 laen. Setiap orang tidak akan berhenti begitu saja pastinya pengen lebih dan lebih yang akhirnya keinginan untuk menambah teman, informasi akan dilakukan. Dari kenalan pengepul, tukang jual pakan, tukang bikin sangkar dan laen-laen. Ini kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah rejeki dari sebuah hobi.

Selamat mencoba……..hobi lancar produktifitas kerja meningkat.

MENUAI EMAS DARI SI DAUN EMAS

Sudah lama juga ternyata aku tidak meng-update tulisan di blog ini…..ini dikarenakan kesibukan dan adanya hobi baru yang menguras banyak waktu.

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang MENUAI EMAS DARI SI DAUN EMAS.  Meskipun kejayaan tembakau sudah sedikit memudar tetapi tidak ada salahnya bagi orang yang menggantungkan hidupnya dari tembakau sedikit berharap supaya hasil panenan tahun ini lebih baek.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu semua orang yang berada di daerah penghasil tembakau baek itu petani, maupun semua orang yang tinggal di daerah tembakau tersebut (pekerja, padagang, transportasi, dll). Lelah sudah tidak terbayangkan oleh petani tembakau dimusim tanam 2009 ini, bagaimana tidak cuaca diawal penanaman tembakau tidak bersahabat hujan terus-menerus mengguyur yang mengakibatkan banyak tanaman tembakau yang mati yang pada akhirnya petani harus menanam ulang tanaman tembakau sebanyak 3 kali. Lebih beruntung petani yang menanam tembakau pada akhir bulan 5 dan 6 sampai sekarang tanaman bulan tersebut masih bisa diandalkan. Kita tinggal berdoa saja supaya cuaca pada panen tembakau nanti bersahat.

Dari catatan saya tembakau awal panen bisa dipastikan banyak yang gagal ini dikarenakan cuaca yang kurang mendukung, hujan yang datang dimasa panen menyebabkan warna gelap dan spikel (berbeda dengan tembakau virginia dimana spikel merupakan faktor positif  (F)). Untuk panen pertengahan kualitas tembakau lebih baek dari panen sebelumnya. semoga saja cuaca lebih bersahabat sampai akhir musim panen  sehingga kualitas tembakau untuk tahun ini bisa diharapkan. Sehingga semua bisa menuai emas dari si daun emas ini.

Semoga semua usaha dan doa mendapatkan hasilnya sehingga senyum kebahagiaan bisa terpancar dari orang yang menggantungkan hidup dari tembakau.


TENTANG AKU

Desember 2016
S S R K J S M
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

NGOBROL DG AKU

Blog Stat

  • 4,871 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Arsip