BENTUK TEMBAKAU DENGAN TOPPING

Mendapatkan hasil dan kualitas dalam setiap usaha adalah idaman setiap orang karena dari hasil dan kualitas ini kita bisa mendapatkan sebuah keuntungan. Begitu juga dengan usaha menanam tembakau hasil dan kualitas adalah harga mati yang harus didapat untuk sebuah kesuksesan (keuntungan) besar.

Banyak sekali cara untuk mendapatkan hasil dan kualitas tembakau, dari jaman kita sekolah dulu kita mengenal istilah intesifikasi pertanian dan ektensifikasi pertanian. Di era sekarang dimana luasan lahan yang sangat terbatas membuat kita harus mau tidak mau mengoptimalkan lahan ada supaya mendapatkan hasil dan kualitas yang maksimal. Cara setiap orang memang berbeda-beda ini dan hasilnya pun juga bisa berbeda-beda pula, ini bisa dilihat ketika seseorang menanam tembakau dengan luasan yang sama biasanya hasil yang diperolah akan kemungkinan besar berbeda. Disinilah letak keuntungan yang bisa diperoleh.

Salah satu cara untuk memperbakai hasil dan kualitas tanaman tembakau adalah dengan TOPPING. Topping adalah membuang pucuk tembakau. Analoginya ketika kita melakukan Topping ini adalah asupan makanan yang seharusnya dialirkan ke tunas dan bunga akan di alirkan ke daun karena pucuk tembakau sudah dipotong. Banyak orang yang sudah melakukan topping (bantok) tetapi biasanya dilakukan ketika bunga sudah mekar sehingga bisa dikatakan topping yang terlambat. Topping yang benar adalah ketika jumlah daun yang kita kehendaki dan melihat potensi tanaman sudah cukup kita bisa topping sisa daun yang ada biasanya pada umur 45 – 50 hari. Memang tidak mudah melakukan Topping pada keadaan tersebut beberapa petani menggunakan alat untuk mencungkil tunas bunga selain itu juga dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Berapa daun yang kita pelihara?pertanyaan ini sering muncul dari beberapa petani, jawabannya adalah mo dibentuk seperti apa tanaman tembakau tersebut. Kalau kita kita ingin kerja cepat bisa dipelihara dengan 10 daun kebawah maka kita akan membentuk sebuah tanaman tembakau yang besar, panjang, dan tebal. Tetapi karena tuntutan kesehatan banyak pabrikan yang tidak merekomendasikan cara ini. Pabrikan sekarang menginginkan daun tembakau yg meras tipis ini bisa dibuat dengan memelihara 14-16 daun tembakau. Kalau tembakau yang kita tanam ditujukan untuk tanaman eksport kita bisa pelihara diatas 16 daun dengan konsekwensi daun kecil dan pendek dan masa kerja yang panjang.

Setelah dilakukan Topping dilanjutkan dengan Suckering yaitu dengan memberikan obat penghambat pertumbuhan tunas.

Majulah terus tanaman tembakau Indonesia……

2 Responses to “BENTUK TEMBAKAU DENGAN TOPPING”


  1. 1 christiyanto September 8, 2009 pukul 17:42

    menarik blognya.. terus rutin update biar pengunjung senang nantinya kalo selalu ada posting baru ..

    • 2 ijo2royo September 9, 2009 pukul 13:27

      terima kasih mas udah mampir diblog ini….saya masih newbie dlm teknologi hanya sekedar sambilan dikala senggang saja. saya sadar isi diblog ini tidaklah familiar blognyapun jg standard intinya pngen berbagi aja kepada yg membaca. semoga tulisan d blog ini bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




TENTANG AKU

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

NGOBROL DG AKU

Blog Stat

  • 4,871 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Arsip


%d blogger menyukai ini: